Perbandingan Algoritma Kriptografi Simetris dan Asimetris untuk Keamanan IoT Menggunakan Systematic Literature Review dan TOPSIS
DOI:
https://doi.org/10.70404/h75byp78Keywords:
Kriptografi, IoT, SLR, TOPSIS, Algoritma Asimetris, Algoritma Simetris, ChaCha20, ECDHAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan algoritma kriptografi simetris dan asimetris dalam konteks keamanan Internet of Things (IoT) menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). SLR digunakan untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan menganalisis literatur yang relevan terkait performa, keamanan, efisiensi energi, penggunaan memori, ukuran kunci, serta kematangan implementasi algoritma kriptografi pada perangkat IoT. Berdasarkan hasil SLR, algoritma simetris yang dianalisis meliputi AES, ChaCha20, Ascon-AEAD128, SPECK, dan PRESENT, sedangkan algoritma asimetris meliputi ECC-256, RSA-2048, ECDH, Ed25519, dan NTRU. Selanjutnya, metode TOPSIS diterapkan untuk menentukan peringkat alternatif terbaik berdasarkan enam kriteria, yaitu tingkat keamanan, kecepatan eksekusi, efisiensi energi, efisiensi memori, ukuran kunci atau overhead, dan kematangan implementasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kategori algoritma simetris, ChaCha20 memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,7556, diikuti oleh Ascon-AEAD128 sebesar 0,7087 dan AES sebesar 0,6107. Pada kategori algoritma asimetris, ECDH memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 1,0000, diikuti oleh Ed25519 sebesar 0,9080 dan ECC-256 sebesar 0,8100. Hasil ini menunjukkan bahwa ChaCha20 lebih unggul untuk enkripsi data berbasis perangkat lunak pada IoT, sedangkan ECDH menjadi pilihan terbaik untuk mekanisme pertukaran kunci. Dengan demikian, kombinasi ECDH dengan ChaCha20 atau Ascon-AEAD128 direkomendasikan sebagai solusi kriptografi yang efisien, aman, dan sesuai untuk perangkat IoT dengan keterbatasan sumber daya.
