Analisis Kinerja Algoritma Kriptografi pada IoT Berdaya Rendah Menggunakan Pendekatan Systematic Literature Review dan TOPSIS

Authors

  • Benny Josephin Universitas Satya Terra Bhinneka image/svg+xml Author
  • Mawati Zalukhu Independent Researcher Author

DOI:

https://doi.org/10.70404/2xd06z09

Keywords:

Kriptografi Ringan, Keamanan IoT, ASCON, Systematic Literature Review, TOPSIS

Abstract

Perkembangan Internet of Things (IoT) yang semakin pesat meningkatkan kebutuhan terhadap algoritma kriptografi yang aman, efisien, dan sesuai untuk perangkat berdaya rendah dengan keterbatasan memori, kemampuan komputasi, serta konsumsi energi. Penelitian ini menganalisis kinerja algoritma kriptografi pada IoT berdaya rendah menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). SLR digunakan untuk mengidentifikasi algoritma kriptografi yang relevan serta kriteria kinerja yang banyak digunakan dalam penelitian sebelumnya, meliputi keamanan, kecepatan eksekusi, efisiensi memori, efisiensi energi, dan maturitas standardisasi. Algoritma yang dievaluasi dalam penelitian ini meliputi ASCON, ChaCha20/XChaCha20, AES-128, SPECK, SIMON, PRESENT, ECC, dan RSA. Hasil pengujian menggunakan TOPSIS menunjukkan bahwa ASCON memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,8675, diikuti oleh ChaCha20/XChaCha20 sebesar 0,7547, SPECK sebesar 0,6884, PRESENT sebesar 0,6873, SIMON sebesar 0,6557, AES-128 sebesar 0,5743, ECC sebesar 0,4540, dan RSA sebesar 0,2207. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ASCON merupakan algoritma kriptografi yang paling sesuai untuk lingkungan IoT berdaya rendah karena memiliki keseimbangan terbaik antara keamanan, efisiensi energi, penggunaan memori, kecepatan eksekusi, dan dukungan standardisasi. Temuan penelitian ini mendukung penggunaan lightweight cryptography, khususnya ASCON, sebagai solusi praktis dalam mengamankan perangkat IoT dengan sumber daya terbatas.

Downloads

Published

2026-01-30